MULIANYA SIFAT PEMAAF
Ada kalanya kita dihadapkan pada kondisi yang membuat emosi kita terpancing, terkadang gangguan dari orang lain atau suatu sebab yang menyulut timbulnya amarah.
Marah memang sesuatu yang wajar terjadi ketika kita tengah mendapat gangguan ataupun sesuatu yang membuat marah itu muncul, namun perlu di ingat bahwa di dalam islam ketika kita didera oleh amarah maka tuntunan syariat ini adalah hendaknya menahannya. Allah Ta'ala berfirman:
"(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan." (QS.Ali Imran:134)
Demikian pula apabila seseorang ketika marah namun ia dapat menahannya maka sesungguhnya ialah seorang yang kuat. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:
“Orang yang kuat bukan yang banyak mengalahkan orang dengan kekuatannya. Orang yang kuat hanyalah yang mampu menahan dirinya di saat marah.” (HR.Al-Bukhari no.6114)
Salah satu amalan mulia tatkala seseorang dapat bersabar ketika mendapatkan gangguan adalah memberi maaf. Allah Ta'ala berfirman:
"Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim." (QS.Asy-Syura:40)
Ada beberapa keutamaan bagi orang yang suka memberi maaf, antara lain:
1. Menumbuhkan kecintaan dan menghilangkan permusuhan. Allah Ta'ala berfirman:
"Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia." (QS.Fussilat:34)
2. Mendapatkan ampunan dari Allah Ta'ala. Allah Ta'ala berfirman:
"Dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS.At-Taghabun:14)
3. Memperoleh kemuliaan dihadapan Allah Ta'ala dan disisi manusia. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
“Shadaqah hakikatnya tidaklah mengurangi harta, dan tidaklah Allah menambah seorang hamba karena memaafkan kecuali kemuliaan, dan tiada seorang yang rendah hati (tawadhu’) karena Allah melainkan diangkat oleh Allah.” (HR.Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu)
Demikianlah kemuliaan sifat pemaaf, semoga kita menjadi hamba yang selalu bersabar dan gemar memberi maaf kepada orang lain.
Comments
Post a Comment